Selamat Datang di Official Website BPR Buana Artha Lestari.        ● Cegah Corona Virus: pakai masker, rajin cuci tangan dengan air + sabun, jaga jarak, dan jaga kesehatan badan        ● Ajukan kredit secara online: lebih cepat dan mudah.       

November 2019, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Meningkat

Selasa, 31 Desember 2019 | artikel umum

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran persnya tanggal 8 November 2019 menyatakan bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan nasional meningkat. Hal ini diketahui setelah OJK mengadakan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) di 34 provinsi dan 67 kota/kabupaten dengan total 12.773 responden. Dari survei diketahui indeks literasi keuangan mencapai angka 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%. 

Nilai ini meningkat dibanding hasil survei OJK 2016. Pada saat itu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%. Dengan demikian, dalam 3 tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33% dan peningkatan akses terhadap produk layanan jasa keuangan (inklusi) sebesar 8,39%. Hasil survei ini akan digunakan untuk penyempurnaan strategi pengembangan literasi keuangan nasional yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam siaran persnya, Tirta Segara (Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen) menyatakan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah, OJK, Kementerian/lembaga terkait, Industri Jasa Keuangan dan berbagai pihak lain, yang terus berusaha secara berkesinambungan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Pemerintah melalui Perpres Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) mencanangkan indeks iklusi keuangan sebesar 75%. Dengan demikian target telah tercapai pada tahun ini.

Lebih lanjut dari hasil survei diketahui bahwa di daerah perkotaan, indeks literasi keuangan mencapai 41,41% dan inklusi sebesar 83,60%. Sedangkan untuk masyarakat pedesaan nilainya lebih rendah, yaitu indeks literasi keuangan 34,53% dan inklusi keuangan 68,49%. Hasil survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan gender indeks literasi dan inklusi keuangan laki-laki sebesar 39,94% dan 77,24%, relatif lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 36,13% dan 75,15%.

BPR Buana Artha sebagai lembaga keuangan turut berperan aktif dalam usaha peningkatan inklusi dan literasi masyarakat. Salah satunya adalah mengadakan program Inklusi Literasi Keuangan di STIE Atma Bhakti Surakarta, Jl. Letjend Sutoyo No. 43 Cengklik, Surakarta pada bulan Juli 2019 (klik di twitter BPR Buana Artha atau di instagram BPR Buana Artha ini).