Selamat Datang di Official Website BPR Buana Artha Lestari.        ● Cegah Corona Virus: pakai masker, rajin cuci tangan dengan air + sabun, jaga jarak, dan jaga kesehatan badan        ● Ajukan kredit secara online: lebih cepat dan mudah.       

Survey BI: Pertumbuhan Kredit akan Meningkat pada Triwulan ke-4 2019

Senin, 10 Februari 2020 | artikel umum

Survey perbankan triwulanan yang dilakukan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan kredit baru melambat pada triwulan ke-3 2019. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 68,3%, lebih rendah dibanding periode sebelumnya sebesar 78,3%. Perlambatan ini terutama pada kredit investasi dan kredit konsumsi. Pada kredit konsumsi, perlambatan terutama bersumber dari melambatnya pertumbuhan kredit kepemilikan rumah/apartemen dan kredit multiguna. Sedangkan pada kredit modal kerja, terjadi peningkatan pertumbuhan, terindikasi dari kenaikan SBT dari 61,0% menjadi 65,8%.

Namun hal ini diprakirakan tak akan berlangsung lama. Pertumbuhan kredit baru pada triwulan ke-4 diprakirakan akan terjadi peningkatan, tercermin dari SBT permintaan kredit baru sebesar 94,3% yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 68,3%. Hal ini didorong oleh optimisme responden terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat didukung risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga. Prioritas utama penyaluran kredit baru pada periode ini adalah kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi.

Sejalan dengan hal ini, kebijakan penyaluran kredit pada triwulan ke-4 2019 diprakirakan lebih longgar. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 11,8%, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 12,0%. Pelonggaran terutama akan dilakukan terhadap kredit kepemilikan rumah/apartemen, kredit investasi, dan kredit UMKM. Aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar antara lain plafon kredit, suku bunga, dan agunan.

Hasil survei juga mengindikasikan perlambatan pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019. Kredit diprakirakan tumbuh 9,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan triwulan sebelumnya (11,2%) maupun dengan realisasi tahun 2018 (12,1% yoy). 

Penghimpunan DPK 

Pada triwulan ke-4 2019, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diprakirakan juga melambat, tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 73,3%, lebih rendah dibandingkan pada triwulan sebelumnya sebesar 87,1%. Perlambatan ini diprakirakan terjadi pada instrumen giro dan tabungan. Sebaliknya pada instrumen deposito diprakirakan akan terjadi peningkatan.

Berdasarkan hasil survei, pertumbuhan DPK sepanjang tahun 2019 diprakirakan juga melambat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT prakiraan penghimpunan DPK 2019 sebesar 73,3%, lebih rendah dibanding tahun 2018 sebesar 91,7%. Prakiraan perlambatan ini didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah.